Saturday, July 03, 2004

aku cuma tukang cuci,
yang seringkali menemukan
bercak-bercak sperma kering,
di celana dalam tuan,
sisa senggama malam dahaga,
rapat penting yang kau beritakan kepada isterimu, tuan

aku cuma sopir cilik,
yang seringkali mengantarkanmu,
ke rumah-rumah zinah,
kala kau bungkam mulutku
dengan senyum setan licikmu.

aku cuma tukang bersih-bersih,
dengan senjata bulu-bulu ayam,
yang sering menemukan dokumen-dokumen
lucah dalam onggokan libidomu, di monitormu,
kala kau pergi ke sebuah bangunan yang kau sebut
rumah tuhan

aku cuma tukang kebun,
yang sering mendengar teriakan-teriakan binal isterimu,
kala bercinta dengan penjaja dildo,
di antara kesibukan-kesibukanmu, tuan.

aku cuma bandar obat,
bagi anakmu yang kau lahirkan
tanpa belaian kasihmu,
neraka harta ketamakanmu

aku cuma seorang moralis,
dengan mata
tanpa kaki,
dengan segudang pembenaran.

aku cuma manusia biasa,
sama sepertimu, tuan...
punya perut dan kelamin
dengan kisah yang berbeda

0 Comments:

Post a Comment

<< Home