Sunday, August 08, 2004

Kubujuk usiaku
sebelum usai bulan Agustus
"Tidakkah engkau sabar
menunggu barang sedetik
sebelum kuusaikan doa singkatku?"

"Tuhan," kataku lirih
"Gemetar tubuhku berdebar bersama jantungku.
Oh, aku masih hidup, ternyata!"

Hari-hari melangkahi usia
memburu imanku
mengejar hari esokku
Di mana kini aku berada?

Kutercenung sejenak
membayangkan sebuah hari
ketika malaikat memberi sapa
Ke mana akan kau bawa hari harimu
maka gemetar tubuh ku
karena aku tak tau harus menjawab apa


Tik... tak... tik... tak...
Kubujuk usiaku
Tidakkah engkau sabar menunggu barang sedetik
sebelum kuusaikan doa singkatku?

Tik... tak... tik... tak...
hari-hari pun terhimpun
detik demi detik
Hanya sekelumit yang bisa kunikmati
Waktu pun tersia-sia
menjadi masa lampau

Tik... tak... tik... tak..
Waktu mengingatkan
Bahwa usia tak bisa dibujuk
Merangkaki lingkaran waktu
Membelah tiga dimensi
Dulu, kini, dan esok
Menuju hari abadi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home