Sunday, January 23, 2005

Cahaya matahari senja
Luruh menimpa ketenangan waktu,
Seakan mengajak pergi... fajar paginya
Memecah kabut... diantara jaring kecilnya.

Semburat keperakan memantul riang
Menyerupai permadani perak dibalut senyum embun kecil

Nampak dari kejauhan, mendung berarak pulang
Mendekati langit diatas hari
Terbias... lekas menghilang dalam tatapan fajar

Suryapun bersinar tajam...
Bersama penghuni langit beriring menyentuh.
Saling bersahutan mereka dalam gerakan,
Sesekali menatap mengharap yakin.

Ada kisah yang harus terjadi...
Ada waktu dimana saat itu tidak ada lagi
Ada rasa yang kian membuncah,
Membiru terpukul waktu...

Aku tidak bisa berhenti...
Tidak bisa berhenti untuk terus ungkapkan
Sejuta pesona mekar dijiwa...
Mengajak kepak sepasang sayap...terbang...terbang menghampiri
Untuk harapkan yang terakhir dalam dermaga hati.

Dalam tanganMu Engkau pelukis langit,
Dalam setiap rajut mimpiMu...
Terjadilah untuk sesaat lamanya...
Terjadilah dalam wujud senyumMu.

Dengan satu kata...
Andaikan bisa...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home